Sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih, pemotongan anggaran federal memang digalakkan secara masif. Bahkan, Departemen Luar Negeri AS (Deplu AS) telah lebih dulu melaksanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap para diplomatnya pada tahun sebelumnya [cite: Pemerintah federal AS secara keseluruhan telah mengalami pemotongan anggaran yang signifikan sejak Trump kembali menjabat, dengan Departemen Luar Negeri (Deplu AS) sendiri melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada tahun lalu.].
Daftar Konsulat AS yang Masuk Rencana Penutupan
Berdasarkan dokumen pemberitahuan resmi yang dikirimkan kepada komite-komite Kongres AS pekan lalu, Deplu AS berencana untuk menutup lima pos misi diplomatik penting di penjuru dunia. Kebijakan pengurangan jejak diplomatik global ini mencakup:
St. George's di Grenada
Nagoya di Jepang [cite: Dalam pengumuman yang dikirimkan ke komite-komite Kongres pekan lalu, Deplu AS menyatakan berencana menutup pos diplomatiknya di St. George's (Grenada), Nagoya (Jepang), Medan (Indonesia), Douala (Kamerun), dan Winnipeg (Kanada).]
Medan di Indonesia [cite: Dalam pengumuman yang dikirimkan ke komite-komite Kongres pekan lalu, Deplu AS menyatakan berencana menutup pos diplomatiknya di St. George's (Grenada), Nagoya (Jepang), Medan (Indonesia), Douala (Kamerun), dan Winnipeg (Kanada).]
Douala di Kamerun [cite: Dalam pengumuman yang dikirimkan ke komite-komite Kongres pekan lalu, Deplu AS menyatakan berencana menutup pos diplomatiknya di St. George's (Grenada), Nagoya (Jepang), Medan (Indonesia), Douala (Kamerun), dan Winnipeg (Kanada).]
Winnipeg di Kanada [cite: Dalam pengumuman yang dikirimkan ke komite-komite Kongres pekan lalu, Deplu AS menyatakan berencana menutup pos diplomatiknya di St. George's (Grenada), Nagoya (Jepang), Medan (Indonesia), Douala (Kamerun), dan Winnipeg (Kanada).]
Menurut sumber internal yang enggan disebutkan namanya, langkah perampingan lintas negara ini tergolong sangat jarang terjadi, terutama karena kebijakan tersebut tidak terikat langsung pada konflik geopolitik lokal tertentu [cite: Sumber-sumber yang mengetahui pemberitahuan ini berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim karena informasi tersebut belum dipublikasikan seperti dilansir dari laman Daily Mail, Selasa(4/8/2026)., Rencana penutupan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya ini menjadi contoh langka di mana AS menutup beberapa misi luar negeri sekaligus dalam skema pengurangan skala yang tidak terikat pada peristiwa geopolitik tertentu.]. Kebijakan ini sepenuhnya selaras dengan doktrin "America First" yang diusung oleh Partai Republik, P
ada awal tahun lalu, pada bulan-bulan awal pemerintahan Trump, Deplu AS mulai bersiap menutup hampir selusin misi luar negeri, sebagaimana dilaporkan berbagai media saat itu. Langkah ini merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas oleh presiden dari Partai Republik tersebut untuk mentransformasi birokrasi AS agar selaras dengan agenda "America First".. Bahkan, Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih sempat mendorong target yang lebih ambisius hingga penutupan 30 kantor misi luar negeri.
Pengaruh Tiongkok Kian Menguat di Panggung Global
Langkah mundur Amerika Serikat dari berbagai lini diplomasi internasional ini memicu kekhawatiran tersendiri di kalangan pengamat geopolitik. Di saat Washington gencar menutup kedutaan, memangkas biro, menyetop program bantuan seperti USAID, hingga mendepak ratusan diplomat, Tiongkok justru mengambil langkah sebaliknya dengan memperluas pengaruh globalnya [cite: Pada saat China terus memperluas jejak diplomatiknya di seluruh dunia, Trump justru memperkecil kehadiran Amerika dengan memangkas biro, menutup kedutaan dan konsulat, menghentikan program bantuan seperti USAID, serta memecat ratusan diplomat..
Berdasarkan data, Tiongkok telah melampaui jumlah pos diplomatik AS dengan memiliki 274 misi di seluruh dunia berbanding 271 milik AS. Kekosongan kekuasaan (power vacuum) yang ditinggalkan oleh AS di kawasan-kawasan krusial seperti Indo-Pasifik dan Eropa diprediksi bakal segera dimanfaatkan oleh Beijing untuk memperkuat hegemoni geopolitik dan ekonomi mereka [cite: Langkah penutupan kantor perwakilan demi efisiensi anggaran ini dinilai menciptakan kekosongan yang berupaya diisi oleh China. Negeri Tirai Bambu sedang berupaya untuk meningkatkan pengaruhnya di wilayah-wilayah krusial, seperti Indo-Pasifik dan Asia Barat., Prof Tej Pratap Singh, akademisi kajian China, menilai bahwa ruang kosong tersebut akan segera diisi oleh Tiongkok sebagai pemain utama pengganti AS..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar