Berita Nasional

Berita Internasional

Post Page Advertisement [Top]

 




JAKARTA — Logam mulia batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan pada perdagangan hari ini [cite: REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Kamis (6/8/2026) pukul 09.06 WIB, naik Rp 50.000 menjadi Rp 2.679.000 dari sebelumnya Rp 2.629.000 per gram. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) berada di level Rp 2.490.000 per gram.]. Berdasarkan pantauan dari laman resmi Logam Mulia pada Kamis (6/8/2026) pukul 09.06 WIB, harga emas Antam naik sebesar Rp 50.000, sehingga berada di level Rp 2.679.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp 2.629.000 per gram. Sementara itu, harga buyback (pembelian kembali) tercatat berada di posisi Rp 2.490.000 per gram [cite: REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Kamis (6/8/2026) pukul 09.06 WIB, naik Rp 50.000 menjadi Rp 2.679.000 dari sebelumnya Rp 2.629.000 per gram. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) berada di level Rp 2.490.000 per gram.]. Perlu dicatat bahwa harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.

Ketentuan Pajak Transaksi Emas

Dalam setiap transaksi jual-beli emas batangan, investor perlu memperhatikan ketentuan pajak yang berlaku:

  • Setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 dikenakan potongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang langsung dipotong dari total nilai transaksi.

  • Pembelian emas Antam secara langsung dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar resmi.

Daftar Lengkap Harga Dasar Emas Antam (6 Agustus 2026)

  • 0,5 gram: Rp 1.389.000

  • 1 gram: Rp 2.679.000

  • 2 gram: Rp 5.298.000

  • 3 gram: Rp 7.922.000

  • 5 gram: Rp 13.170.000

  • 10 gram: Rp 26.285.000

  • 25 gram: Rp 65.587.000

  • 50 gram: Rp 131.095.000

  • 100 gram: Rp 262.112.000

  • 250 gram: Rp 655.015.000

  • 500 gram: Rp 1.309.820.000

  • 1.000 gram: Rp 2.619.600.000

Analisis dan Proyeksi Pergerakan Harga Emas Global

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan bahwa harga emas dunia masih akan berfluktuasi akibat berbagai dinamika pasar keuangan global [cite: Harga emas atau logam mulia terus berfluktuasi dan cenderung melemah di tengah berbagai dinamika pasar keuangan global., "Untuk logam mulia sendiri, kemungkinan besar dalam minggu depan akan ditransaksikan di support Rp 2,41 juta per gram, kemudian resistance-nya di Rp 2,72 juta per gram. Dalam jangka pendek, kemungkinan support-nya di Rp 2,58 juta per gram dan resistance-nya di Rp 2,623 juta per gram," kata Ibrahim dalam keterangannya kepada wartawan, Ahad (2/8/2026).]. Pekan depan, harga logam mulia diperkirakan bergerak pada kisaran support Rp 2,41 juta per gram hingga resistance Rp 2,72 juta per gram, serta diprediksi belum akan menembus level Rp 2,8 juta per gram [cite: Harga emas atau logam mulia terus berfluktuasi dan cenderung melemah di tengah berbagai dinamika pasar keuangan global. Meski demikian, harga emas diperkirakan belum akan menembus level Rp 2,8 juta per gram pada pekan depan., "Untuk logam mulia sendiri, kemungkinan besar dalam minggu depan akan ditransaksikan di support Rp 2,41 juta per gram, kemudian resistance-nya di Rp 2,72 juta per gram. Dalam jangka pendek, kemungkinan support-nya di Rp 2,58 juta per gram dan resistance-nya di Rp 2,623 juta per gram," kata Ibrahim dalam keterangannya kepada wartawan, Ahad (2/8/2026).].

Sejumlah faktor utama yang memengaruhi fluktuasi komoditas ini meliputi:

  • Faktor Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah akibat potensi aksi militer terhadap infrastruktur energi Iran serta blokade jalur maritim di Laut Merah dan Selat Hormuz turut mengerek kenaikan harga minyak mentah dunia [cite: "Ada beberapa faktor yang memengaruhi indeks dolar, minyak mentah, kemudian emas dan logam mulia berfluktuasi, yakni masalah geopolitik, politik di AS, kebijakan bank sentral AS, kemudian yang terakhir adalah supply dan demand"., Mengenai faktor geopolitik, Ibrahim mengatakan konflik di Timur Tengah masih menjadi pemicu kenaikan harga minyak dunia...]. Konflik di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina juga menambah ketidakpastian global.

  • Kebijakan Bank Sentral AS: Kebijakan suku bunga The Fed berpotensi mengalami penyesuaian menyusul kenaikan harga minyak mentah yang dapat kembali memicu tekanan inflasi.

  • Dinamika Permintaan (Supply and Demand): Berdasarkan data World Gold Council (WGC), permintaan global pada semester I meningkat 2 persen secara tahunan menjadi 2.522 ton [cite: Faktor lain yang memengaruhi harga emas adalah supply dan demand. Berdasarkan data World Gold Council (WGC), permintaan emas global pada semester I meningkat sekitar 2 persen secara tahunan menjadi 2.522 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai transaksi mencapai 380 miliar dolar AS.]. Tren penurunan harga emas dunia di tengah kenaikan harga minyak dimanfaatkan oleh bank sentral global untuk melakukan diversifikasi aset dari dolar AS ke logam mulia [cite: "Artinya, dalam kondisi harga minyak mentah naik, kemudian harga emas dunia mengalami penurunan, ini dimanfaatkan oleh bank sentral global untuk melakukan diversifikasi investasi dari dolar ke logam mulia. Pada semester II kemungkinan besar tensi geopolitik semakin tinggi sehingga bank sentral global juga akan kembali melakukan pembelian logam mulia," tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]