MOSKOW — Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengumumkan bahwa Moskow telah mulai merealisasikan kesepakatan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berukuran kecil di Myanmar. Langkah tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Moskow pada Selasa, 18 Agustus 2026. Proyek ini tidak hanya berfokus pada perluasan kerja sama di sektor energi, tetapi juga mencakup bidang penelitian ilmiah dasar serta terapan.
Mishustin menegaskan bahwa proyek strategis ini diharapkan mampu menjadi simbol baru yang mempererat hubungan persahabatan antara Rusia dan Myanmar. Landasan kerja sama tersebut sebelumnya telah diresmikan melalui penandatanganan perjanjian antarpemerintah pada Maret 2025 lalu. Menggunakan teknologi asal Rusia, fasilitas nuklir ini dirancang dengan kapasitas awal sebesar 110 megawatt serta terbuka untuk potensi perluasan di masa mendatang. Pemerintah Rusia optimistis proyek ini dapat memberikan dorongan signifikan bagi kerja sama kedua negara di berbagai sektor lainnya di luar bidang energi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar